Holocaust: Isapan Jempol Yahudi Bag. 2

November 6, 2006

Holocaust adalah suatu istilah yang sudah cukup terkenal di seantero dunia. Holocaust selalu merujuk ke arah pembantaian massal terhadap orang-orang Yahudi oleh pasukan NAZI semasa perang dunia II dulu. Di ceritakan bahwa sebanyak 6 juta Yahudi telah menjadi korban Holocaust kaum NAZI. Bagi masyarakat Eropa khususnya, Holocaust adalah horror yang merupakan tragedy kemanusiaan sepanjang sejarah manusia. Holocaust adalah suatu perwujudan neraka yang turun ke Bumi. Holocaust adalah suatu kejadian yang tabu bagi seorangpun untuk meragukan atau menolaknya. Namun bagi saya pribadi, jika mengamati cerita Holocaust justru menemukan banyak kejanggalan-kejanggalan dalam cerita ini. Bagi saya, cerita Holocaust hanyalah omong kosong belaka yang hanya berguna untuk kepentingan politik Yahudi-Zionis saat ini.

Hal yang membuat merasa janggal dengan mitos Holocaust ini adalah mengenai cara atau langkah pengumpulan orang-orang Yahudi. Perlu diingat bahwa holocaust terjadi semasa perang dunia kedua, yaitu pada tahun 1939-1945 (holocaust: 1942-1945). Pada masa itu alat-alat transportasi tidaklah secanggih masa kini. Infrastruktur transportasi yang ada di setiap propinsi di Eropa pun tidaklah merata merata seperti saat ini. Masih banyak propinsi-propinsi yang bahkan hanya mempunyai jalan tanah yang sempit. Tidak setiap propinsi mempunyai akses untuk dilalui kendaraan bermotor. Tidak ada cukup waktu 3 tahun itu untuk mengumpulkan sebanyak 6 juta orang yahudi dari seluruh penjuru Eropa: menyortirnya dari ras-ras lain, di sensus dan kemudian diangkut menuju kamp-kamp konsentrasi yang jumlahnya hanya beberapa buah saja. Dengan nalar, manusia paling bodoh pun tahu kalau hal semacam ini sama sekali tidak mungkin!

Sekarang kita gunakan nalar matematis saja. Jika di bagi secara merata, maka tiap-tiap kamp konsentrasi akan memuat sebanyak 1 juta orang. Bila benar para Yahudi itu dibunuh untuk kemudian dibakar di tungku pembakaran, maka paling tidak tiap tungku pembakaran hanya akan bisa membakar paling tidak 3 orang sekaligus selama 15 menit. 1 juta dibagi 3 berarti setiap tunggu maksimal secara keseluruhan telah membakar habis tubuh manusia sebanyak (kurang lebih) 333.333 sesi pembakaran! Bila dikalikan dengan waktu yang dipakai untuk membakar adalah sebesar (kurang lebih) 4.999.995 menit atau 3472 hari dan bekerja 24 jam non-stop!. Jika pun jumlah tungku pembakaran ada 3 buah pun tak akan cukup waktu (padahal tiap kamp konsentrasi kebanyakan hanya ada 1 tungku, hanya yang paling besar:
AUSCHWITZ yang punya 3 tungku)! Suatu Hal yang sama sekali tidak masuk akal dan tidak rasional sama sekali! Perhitungan itupun tanpa memperhatikan hambatan-hambatan yang terjadi bila tungku pembakaran rusak, factor pelapukan tungku karena panas, factor kondisi perang, factor transportasi, factor bahan bakar, factor musim – cuaca dan lain-lain. Pergunakanlah nalar, maka semua ini akan terlihat seperti omong kosong belaka. Angka 6 juta ini benar-benar isapan jempol anak bayi…

Perlu kita ingat bahwa saat peristiwa Holocaust ini berlangsung, Jerman sedang berperang gila-gilaan dengan Soviet di front timur dan pasukan sekutu di Front barat. Hampir semua sumber daya bangsa Jerman dikerahkan untuk berperang melawan Soviet & Sekutu, dari segala macam alat transport hingga bahan bakar (baik batu bara ataupun minyak). Tidaklah masuk akal bila Jerman mengerahkan semua sumber dayanya untuk berperang melawat Soviet – sekutu, dan Holocaust itu sendiri masih berlangsung! Dengan apa mereka mengangkut jutaan Yahudi itu ke kamp-kamp konsentrasi? Kalaupun ada alat transport, lalu dengan apa kendaraan-kendaraan itu berjalan? Karena di tanah soviet sendiri, tank-tank jerman banyak yang mogok karena kurang bensin. Dan di Front barat, banyak meriam penangkis udara yang macet karena kurang minyak pelumas. Singkatnya mulai dari tahun 1944 Jerman sudah mulai kekurangan sumber daya alam untuk melanjutkan perang, apalagi sekedar menjaga agar api tungku pembakaran manusia supaya hidup terus, masuk nalar tidak?

Dan bukti terakhir yang menurut saya tidak boleh diabaikan begitu saja dan yang paling penting: Tidak satupun dokumen kaum NAZI yang berisi tentang perintah-perintah khusus terhadap pembantaian kaum Yahudi. Padahal mestinya, bila ada tindakan Holocaust, sekecil apapun Holocaust itu pastinya merupakan tindakan yang terorganisir rapi, apalagi Holocaust NAZI ini kan sangat digembar-gemborkan sangat rapi, terencana dan sistematis (adanya pasukan khusus dan kamp-kamp konsentrasi). Tak mungkin bila operasi Holocaust canggih semacam ini tidak mempunyai dokumen atau perintah resmi dedengkot-dedengkot NAZI. Secanggih apa sih badan Intelejen NAZI hingga bisa memusnahkan dan merahasiakan semua tentang peristiwa Holocaust ini? Sehingga semua cerita mengenai proses Holocaust ini hanya berdasarkan kesaksian Yahudi dan kesaksian prajurit Amerika?. Bahkan badan Intelejen tercanggih masa kini seperti CIA atau Scotland Yard saja masih sering bocor, padahal hanya menyangkut rahasia-rahasia dalam negerinya sendiri.

literatur-literatur mengenai Holocaust pun semuanya didominasi oleh penulis-penulis Yahudi, tak ada satupun sumber yang berasal dari bangsa lain, seperti Russia atau Jerman sendiri. Buku-buku yang beredar kebanyakan merupakan buku-buku mengenai penceritaan oleh saksi mata/korban, bukan buku hasil dari riset ilmiah lapangan. Jikapun di Indonesia terdapat buku-buku yang menceritakan Holocaust, maka bisa dipastikan sumber literature berasal dari penulis Eropa (Yahudi), seperti Bambang atau Ojong, karena belum pernah ada penulis Indonesia yang pergi ke Jerman sana dan melakukan penyelidikan sendiri, bahkan mereka sendiri mungkin belum pernah menginjakkan kaki di kamp-kamp konsentrasi itu. Belum pernah ada satupun ilmuwan yang nyata-nyata menulis tentang kepalsuan Holocaust yang diakui oleh Internasional. Karena, Di Eropa pada khususnya, segala macam hal yang mempertentangkan kaum Yahudi dianggap sebagai tindakan Anti-semetis yang rasial, dan di Eropa sana, tulisan saya ini pun bisa dikatakan melanggar hukum dan ada sanksi pidananya..

Akhir kata, saya menganggap bahwa holocaust ini adalah suatu omong kosong belaka. Terlalu banyak kebohongan dalam peristiwa ini. Jika suatu sejarah sudah banyak diisi dengan kebohongan, maka keabsahan sejarah itu sendiri menjadi pudar, bahkan bisa dibilang palsu. Saya mengatakan ini karena saya berpikir sesuai dengan prinsip disiplin ilmu pengetahuan: ilmu pengetahuan dapat dikatakan “ilmu pengetahuan” itu sendiri bila terbukti benar (banyak bukti pendukung), bukannya terbukti banyak kebohongannya.

8 Responses to “Holocaust: Isapan Jempol Yahudi Bag. 2”


  1. […] Islam adalah wajib ya akhii Si A: Emangnya saya ga tau? Tapi apa Nabi pernah memaksakan kaum Yahudi keparat dan Nasrani itu untuk jadi Islam? Si B: Memang tidak pernah ya akhii Si A: Lantas? Apa antum tidak […]

  2. mrtajib Says:

    Satu cerita yang mungkin sama nilainya dengan cerita pembantian terhadap mereka yang disebut PKI di indnesia di sekitar tahun 65-dn sesudahnya.

    Bedanya, kalau holocaust –menurut perspektif anda– itu bohong belaka. Kalau pembantian mereka yang dituduh PKI disembunyikan……

  3. Hielmy Says:

    menarik…kebetulan saya sedang tertarik akan sejarah kejayaan nazi. saya sudah punya beberapa buku tentang holocaust. waktu pertama baca2 literatur baik buku maupun dari internet, saya memang tercengang dengan cara2 yang dilakukan kaum nazi terhadap yahudi. begitu mengerikan. dari cerita2 dan gambar2 yang ditampilkan memang sangat mengerikan, bahkan saya sempat melihat video dokumentasinya di youtube.
    namun semakin banyak referensi yang saya baca semakin banyak pula sudut pandang yang lain tentang holocaust, baik dari sisi umat islam, yahudi maupun barat. secara pribadi saya percaya kalau holocaust itu terjadi, namun dari jumlah korban memang sangat diragukan, semula saya berpikir kalau bangsa yahudi yang dikumpulkan langsung dibunuh semua, namun jika melihat gambar2 dokumentasi rata2 mereka itu sudah kurus kering, itu menunjukan kalau mereka ditahan terlebih dahulu tanpa makanan yang mencukupi setidaknya beberapa bulan sampai badan mereka kurus kering seperti itu. tapi benar juga seperti anda bilang, rasanya tidak mungkin jika korban yang dibunuh sebanyak itu, kalaupun benar, pastilah tentara nazi harus mengerahkan seluruh sumberdaya-nya untuk pelaksanaan holocaust, bukan untuk perang. namun jika melihat ke sejarah, jerman saat itu sangat kuat, dari armada persenjataan saja rasanya jumlahnya lebih banyak dari amerika sekarng, seperti jumlah pesawat yang mencapai ribuan, belum rudal dan kapal selam. selain itu dari beberapa buku yang saya baca warga yahudi itu tidak sertamerta di culik namun di tangkap berdasarkan daftar yang sudah dimiliki. berarti sebelumnya mereka telah melakukan sensus terlebih dahulu, memang sangat rumit dan sulit kalau kesemuanya benar2 dilakukan secara bersamaan. kalau itu memang benar terjadi, betapa hebat jerman saat itu, mengalahkan negara superpower sekarang yaitu amerika, lihat saja amerika sekarang hanya bisa melakukan satu perang saja, makanya mereka belum berani perang dengan iran karena mereka masih melakukan perang di irak, dan mereka tidak sanggup untuk melakukan perang di dua front.
    intinya saya meragukan jumlah yang begitu mencengangkan dari holocaust, namun untuk kejadiannya sendiri saya masih “agak” percaya, dengan dasar melihat dokumentasi yang ada. atau mungkin juga dokumentasi itu juga palsu?mayat2 yang ada di kamp2 Auschwitz adalah “fake” belaka saya juga tidak tahu. mungkin mereka (yahudi)memang benar2 pintar bisa membuat boneka2 yang mirip manusia lalu di dokumentasikan, saya juga tidak tahu.

    (btw maaf nih panjang, maklum lagi belajar, jadi penasaran dan semangat menanggapi tentang ini.😀 )

  4. kakilangit Says:

    Mmm…dulu sempat mikir jangan2 NAZI tuh jadi kelihatan sebejat2nya kamu karena ulah Yahudi. tapi dari pmikiran itu gak pernah turun jadi penelitian.
    matur suwun..


  5. […] memberitahu fakta yang sudah tak terselubung kabut, jadi yang masih bersifat multi-tafsir macamnya benar-tidaknya Holocaust tak akan saya […]


  6. […] melihat berbagai rumor-rumor yang diedarkan mengenai Jerman Nazi. Entah itu produk orang Barat atau orang Timur Tengah, tapi pokoknya™ selama bisa diluruskan harus diluruskan. Tapi saya akui saya memang bukan […]


  7. ahem i am dissapointed that you included madman, mara pea, mimi, and even colin meloy and no mention of melmel Click http://s.intmainreturn0.com/people3091630

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s