Holocaust: Isapan Jempol Yahudi

Oktober 6, 2006

Seperti yang telah saya tulis di post saya yang lalu mengenai ketidakmungkinan terjadinya Holocaust, kali ini saya akan menjelaskan lebih lanjut tentang “kemustahilan” Holocaust.

Salah satu komponen dan unsur utama yang tak dapat dilupakan dalam cerita Holocaust adalah Kamp Konsentrasi. Menurut cerita orang-orang Yahudi (yang mengaku korban Holocaust) kamp-kamp konsentrasi itu penuh dengan ruang-ruang gas (ruang yang dipakai untuk membunuh Yahudi secara sistematis) dengan fasilitas super modern. Disana juga terdapat beberapa ruang krematorium untuk membakar mayat-mayat orang (Yahudi).

Namun terdapat keanehan dibalik kesaksian itu. Memang disana ada banyak ruang-ruang yang seakan-akan terlihat seperti ruang gas (gas chamber) namun ruang-ruang itu lebih mirip sebuah kamar mandi umum ketimbang ruang gas. Di ruang itu tidak ada bekas-bekas saluran gas, melainkan hanya saluran pipa air yang karatan. Hingga hari ini pun bila kita berkunjung ke Kamp Konsentrasi dan memasuki “ruang gas”, kita hanya akan disuguhi pemandangan “hambar”, yaitu hanya sebuah ruangan luas yang kosong (saya bilang lebih mirip kamar mandi) tanpa ada suatu hal pun yang aneh (lampu, gantungan handuk/baju, kran air, pipa ledeng karatan, dll). Bahkan si pemandu wisata pun tidak dapat menunjukkan instalasi-instalasi yang berhubungan dengan saluran/penyimpanan gas.

Berikut adalah kutipan yang saya ambil dari koran suara merdeka, selasa 1 Agustus 2006:

“Cendekiawan Perancis Robert Garaudy pernah dipenjara dan dijatuhi denda 40.000 dolar oleh pengadilan Paris berdasarkan pasal tersebut. Roger Garaudy diadili berdasarkan undang-undang Gayssot-Fabius Law yang melindungi orang-orang Yahudi. Berdasarkan undang-undang ini, setiap tindakan yang mengecilkan kekejian tentara Nazi Jerman terhadap kaum Yahudi, dikatagorikan sebagai kekejian anti kemanusiaan.

Roger Garaudy dalam bukunya The Founding Myths of Israeli Politics menuliskan fakta, bahwa segala kisah tentang pembunuhan kaum Yahudi oleh Nazi dalam jumlah besar, yaitu enam juta orang, adalah isapan jempol belaka dan bahkan Zionis dan Nazi bekerja sama untuk menciptakan kisah tragedi bangsa Yahudi untuk menarik simpati dunia agar menyetujui dibentuknya negara Israel.

Fakta dari para pakar kimia menunjukkan bahwa tempat-tempat yang digembar-gemborkan kepada masyarakat sebagai tungku pembakaran manusia, dengan menggunakan gas di era Hitler ternyata sama sekali tidak dapat digunakan sebagai tungku pemanggangan manusia. Karena berbagai percobaan dan ujian yang telah dilakukan terhadap contoh-contoh yang telah diambil tidak menunjukkan kebenaran hal tersebut. Kamp yang disebut-sebut sebagai tempat penyiksaan juga diragukan kebenarannya mengingat tingginya angka kelahiran dan sedikitnya angka kematian di kamp tersebut.

“Dalam buku saya, dengan berlandaskan pada tulisan-tulisan sejumlah besar cendekiawan dunia, termasuk penulis Rusia dan bahkan Yahudi, saya berhasil membuktikan bahwa jumlah orang Yahudi yang terbunuh dalam Perang Dunia II oleh tentara Nazi, kira-kira satu setengah hingga dua juta orang. Sedangkan pernyataan bahwa enam juta yang terbunuh, adalah tidak lebih dari membesar-besarkan saja, malahan boleh disebut sebagai tindakan apartheid atau rasialis.” tegas Geraudy.

Tokoh Perancis lain yang pernah dihukum atas penyangkalan Holocaust ini adalah Jean Marie Le Pen, Ketua Partai Nasionalis Perancis. Hal yang serupa juga berlaku di negara-negara Eropa lainnya seperti Wina Austria, dan Munich, Jerman.

Dengan berbagai upaya yang luas di berbagai negara, zionis berusaha untuk menghalangi dan mencegah terungkapnya kenyataan yang sesungguhnya mengenai pembantaian enam juta orang Yahudi di kamar-kamar gas Nazi. Tindakan keras yang ditunjukkan oleh zionis itu menunjukkan ketakutan mereka atas terungkapnya hasil-hasil penelitian ilmiah mengenai tragedi pembantaian orang-orang Yahudi dalam PD II. ”

Dapat diketahui dari kutipan di atas bahwa, penelitian yang mendalam justru menunjukkan bahwa Holocaust tidak pernah terjadi atau kita ambil dari kata-kata presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad: “HOLOCAUST WAS A MYTH“.

Mayoritas orang Indonesia percaya bahwa Holocaust memang benar-benar terjadi. Hal ini karena mulai dari hiburan (film, buku bacaan, gambar) hingga bahan-bahan pelajaran kita selalu dijejali dengan mitos-mitos seputar pembantaian Yahudi oleh kaum NAZI. Sehingga kini kita menganggap bahwa kaum Yahudi memang kaum yang tertindas dan selalu hidup dalam bayang-bayang teror. Sudah ada berapa puluh film yang kita tonton yang menggambarkan kebengisan pasukan NAZI? Namun, adakah satu film saja yang menggambarkan kekejian pasukan Israel?

One Response to “Holocaust: Isapan Jempol Yahudi”

  1. fertobhades Says:

    “Dalam buku saya, dengan berlandaskan pada tulisan-tulisan sejumlah besar cendekiawan dunia, termasuk penulis Rusia dan bahkan Yahudi, saya berhasil membuktikan bahwa jumlah orang Yahudi yang terbunuh dalam Perang Dunia II oleh tentara Nazi, kira-kira satu setengah hingga dua juta orang. Sedangkan pernyataan bahwa enam juta yang terbunuh, adalah tidak lebih dari membesar-besarkan saja, malahan boleh disebut sebagai tindakan apartheid atau rasialis.” tegas Geraudy.

    Satu setengah juta sampai dua juta orang Yahudi dibunuh oleh NAZI semasa perang dunia kedua. Apakah harus jadi 6-10 juta baru disebut holocaust ? Pembantaian Yahudi semasa PD II adalah holocaust, pembantaian warga sipil Kamboja selama perang Vietnam adalah holocaust, dan pembantaian pendukung PKI selama tahun 1965 adalah holocaust. Bukan hanya jumlah saja yg menyatakan suatu pembantaian adalah holocaust, tetapi karena pembantaian itu terencana dan sistematis.

    Coba baca buku Perang Eropa karya PK Ojong atau buku Viktor Frankl, seorang dokter alumnus Kamp Auschwitz selama PD II, dan buku2 lain dari sisi KORBAN. Ahmanidedjad kurang membaca sejarah. Pendapatnya lebih banyak disertai kebenciannya terhadap Yahudi, dan pendapat itu tidak menjadi petunjuk bahwa holocaust hanya sekedar mitos.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s