Horor, Sejarah & Faham Zionis

September 17, 2006

 

Tak dapat disangkal lagi bahwa sekarang ini bahwa bangsa Yahudi lah yang mendominasi hampir seluruh sudut-sudut kehidupan manusia. Dari bidang politik, ekonomi, militer, teknologi, sandang-pangan-papan dan lain-lain, hampir semuanya didominasi Yahudi.

Sebenarnya sejak dari kapankah “dominasi” yahudi di dunia ini bermula?

Sejak dari zaman pertengahan, kaum Yahudi (terutama di Eropa) sudah mengalami penindasan. Penindasan ini terus berlangsung hingga abad ke 20. Titik puncaknya adalah cerita mengenai Holocaust (yang tidak pernah terbukti kebenarannya) yang dilakukan oleh Adolf Hitler dan pasukan SS-Totenkopf (death’s head) NAZInya.

Cerita Holocaust ini sendiri sangat fantastis! Diceritakan bahwa sebanyak 6 juta (ada literatur lain yang mengatakan hingga 11 juta!) Yahudi dibantai di beberapa Kamp Konsentrasi NAZI. Bahkan banyak cerita-cerita horor superseram lainnya yang dibuat demi “memaksakan” kebenaran Holocaust. Diceritakan bahwa kehidupan orang Yahudi pada masa rezim NAZI sangatlah menyedihkan. Di gambarkan Yahudi adalah sosok “tak berdosa” yang menjadi kekejaman NAZI, suatu partai yang yang disamakan dengan “utusan iblis”.

Barulah setelah perang Dunia II berakhir, keluarlah sifat asli Yahudi (terutama yang dipelopori oleh gerakan Neo-Radikal: Zionisme) yang tamak dan tak berperikemanusiaan. Pada tahun 1946, pasukan aliansi AS, Prancis & Inggris bersama-sama menduduki tanah Palestina.

Sebelumnya perlu ditekankan bahwa antara Zionisme dengan Yahudi Sangat berbeda. Gerakan ZIonisme pertama kali didirikan oleh Theodore Herzl, seorang wartawan Austria. Zonisme adalah suatu paham radikal yang menggunakan “fasilitas” Yahudi (seperti pembom Bali yang mengatasnamakan Islam). Zionisme lebih dari sekedar isu agama, namun lebih condong ke arah rasa Nasionalistik-chauvinisme. Zionisme tidak mempunyai cita-cita agama, namun lebih ke arah cita-cita membangun negara yang bersifat fanatik (tentu dengan memakai dasar “tanah yang dijanjikan” ajaran Yahudi).

Zionis percaya bahwa ras Yahudi adalah Ras yang paling mulia daripada ras lain (terlihat disini ke”sinkron”an antara faham NAZIisme dan Zionisme), ras yang paling mulia di sisi Tuhan, sedangkan ras-ras lain berada di bawahnya. Yang paling bawah, yaitu ras paling hina dina dan layak untuk ditindas (menurut Zionis) adalah ras Arab. Mereka percaya bahwa Yahudi adalah sang pemimpin dunia, sang penguasa. Mereka juga percaya jika mereka dapat menguasai seluruh “tanah yang dijanjikan” (palestina) maka segera mereka akan menguasai seluruh dunia.

Setelah berhasil menguasai sebagian wilayah palestina, mulailah eksodus besar-besaran orang orang Yahudi dari Eropa dan beberapa benua lain. Mereka mulai mengusir penduduk asli untuk membangun pemukiman khusus orang Yahudi. Dengan sokongan, baik finansial ataupun logistik (senjata) dari negara-negara barat, mulailah penindasan massal terhadap masyarakat Palestina ini.

Ironisnya, dunia hanya dapat menutup mata terhadap kekejaman ini, seakan-akan tidak terjadi sesuatu. Yang paling mencolok adalah dari pihak AS dan Inggris. Dengan nyata-nyata mereka (AS) selalu dengan setianya memberikan bantuan kiriman senjata ke Israel. AS pun selalu membela hampir setiap tindakan Israel, yang bahkan anak kecilpun tahu itu salah.

Memang, Zionisme telah menyebar ke seluruh dunia dengan cepatnya seperti virus. Di setiap negara di planet bumi ini pasti telah ter”infeksi” oleh virus kaum Zionis. Ambisi Fanatik kaum Zionis untuk menguasai dunia sepertinya telah dijalankan dengan sangat baik. Tidak percuma Theodore Herzl mengadakan Konfrensi Zionis di kota Basl dan London untuk menyebarkan pandangan-pandangan terciptanya “Negara Yahudi” yang menguasai seluruh dunia…

Israel-Zionism

4 Responses to “Horor, Sejarah & Faham Zionis”

  1. wadehel Says:

    Setelah baca ini (sekilas sih) dapat point yang menarik dari kelakuan Yahudi:

    – Menganggap kaumnya tidak berdosa dan selalu menjadi korban.
    – Fanatik
    – Merasa sebagai umat tuhan yang paling mulia, yang lain lebih hina.
    – Bercita-cita menguasai dunia/ekspansionis.

    Kok bisa ya? Kalau dasarnya kesamaan agama sih udah biasa, tapi ini kok ras?

  2. fertobhades Says:

    anda tak percaya “holocaust” ?

    tetapi penelitian mendalam (anda bisa mencarinya sendiri) telah menemukan bahwa NAZI telah memenjarakan dan menyiksa ras-ras tertentu di kamp-kamp konsentrasi. dan diantara ras2 itu yang terbanyak adalah Yahudi. kalau mengenai jumlah yang katanya 6-11 juta, itu mungkin berlebihan. tetapi yang jelas sangat banyak.

    dan, eropa (Polandia, Belanda, dll) adalah salah satu tempat pelarian kaum Yahudi setelah mereka keluar dari tanah airnya. dan jumlah mereka di Eropa saat itu sangatlah banyak.


  3. […] Mikail adalah seorang yang tidak jelas agamanya, ia tidak pernah melakukan ritual keagamaan, tidak juga sekedar mengakui adanya agama seperti yang dilakukan Sam, dan hal inilah yang akhirnya membuat Sam yang kaya dan perkasa turun tangan. Sam mengutus Rambo pasukan terbaiknya untuk menolong Ali dan seluruh bawahannya. Namun Sam yang menganut prinsip modal dan usaha sekecil kecilnya dan seminimal mungkin untuk meraih hasil serta keuntungan sebesar dan semasimal mungkin ini tidak mau rugi, apalagi ia punya Chanu, seorang cerdik pandai yang sebenarnya memiliki rencana besar dan jahat. […]

  4. Hielmy Says:

    yah..memang begitulah kaum zionis, kalau memandang holocaust dari persepsi yang berbeda, kita justru dapat melihat sebenarnya siapa yang “licik” dan jahat.
    ada segelintir berita yang menyebutkan bahwa sebenarnya keyakinan hitler akan unggulnya ras arya dipengaruhi oleh seorang profesor yahudi (lupa namanya), dia mem-“provokasi” hitler sehingga ia berpikirang untuk mengusir dan memusnahkan bangsa yahudi dari eropa. bisa saja itu benar, dan terjadilah holocaust, namun untuk jumlah korban memang diragukan. kemudian keuntungan yang diperoleh oleh profesor yahudi tadi tentunya hasil akhirnya yang menginginkan bangsa yahudi memiliki wilayah sendiri. dan memang benar rencana prof. yahudi tadi, setelah perang berakhir, bangsa yahudi oleh sekutu kemudian diberikan “wilayah yang dijanjikan”. memang pintar bangsa yahudi itu,namun dengan cara yang licik bahkan mereka mengorbankan bangsanya sendiri sebagai tumbal untuk mencapai tujuan akhirnya. itulah ciri2 kaum yahudi dan mungkin sekarang ciri2 itu tampak dari bangsa amerika.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s