Holocaust adalah suatu istilah yang sudah cukup terkenal di seantero dunia. Holocaust selalu merujuk ke arah pembantaian massal terhadap orang-orang Yahudi oleh pasukan NAZI semasa perang dunia II dulu. Di ceritakan bahwa sebanyak 6 juta Yahudi telah menjadi korban Holocaust kaum NAZI. Bagi masyarakat Eropa khususnya, Holocaust adalah horror yang merupakan tragedy kemanusiaan sepanjang sejarah manusia. Holocaust adalah suatu perwujudan neraka yang turun ke Bumi. Holocaust adalah suatu kejadian yang tabu bagi seorangpun untuk meragukan atau menolaknya. Namun bagi saya pribadi, jika mengamati cerita Holocaust justru menemukan banyak kejanggalan-kejanggalan dalam cerita ini. Bagi saya, cerita Holocaust hanyalah omong kosong belaka yang hanya berguna untuk kepentingan politik Yahudi-Zionis saat ini.

Hal yang membuat merasa janggal dengan mitos Holocaust ini adalah mengenai cara atau langkah pengumpulan orang-orang Yahudi. Perlu diingat bahwa holocaust terjadi semasa perang dunia kedua, yaitu pada tahun 1939-1945 (holocaust: 1942-1945). Pada masa itu alat-alat transportasi tidaklah secanggih masa kini. Infrastruktur transportasi yang ada di setiap propinsi di Eropa pun tidaklah merata merata seperti saat ini. Masih banyak propinsi-propinsi yang bahkan hanya mempunyai jalan tanah yang sempit. Tidak setiap propinsi mempunyai akses untuk dilalui kendaraan bermotor. Tidak ada cukup waktu 3 tahun itu untuk mengumpulkan sebanyak 6 juta orang yahudi dari seluruh penjuru Eropa: menyortirnya dari ras-ras lain, di sensus dan kemudian diangkut menuju kamp-kamp konsentrasi yang jumlahnya hanya beberapa buah saja. Dengan nalar, manusia paling bodoh pun tahu kalau hal semacam ini sama sekali tidak mungkin!

Sekarang kita gunakan nalar matematis saja. Jika di bagi secara merata, maka tiap-tiap kamp konsentrasi akan memuat sebanyak 1 juta orang. Bila benar para Yahudi itu dibunuh untuk kemudian dibakar di tungku pembakaran, maka paling tidak tiap tungku pembakaran hanya akan bisa membakar paling tidak 3 orang sekaligus selama 15 menit. 1 juta dibagi 3 berarti setiap tunggu maksimal secara keseluruhan telah membakar habis tubuh manusia sebanyak (kurang lebih) 333.333 sesi pembakaran! Bila dikalikan dengan waktu yang dipakai untuk membakar adalah sebesar (kurang lebih) 4.999.995 menit atau 3472 hari dan bekerja 24 jam non-stop!. Jika pun jumlah tungku pembakaran ada 3 buah pun tak akan cukup waktu (padahal tiap kamp konsentrasi kebanyakan hanya ada 1 tungku, hanya yang paling besar:
AUSCHWITZ yang punya 3 tungku)! Suatu Hal yang sama sekali tidak masuk akal dan tidak rasional sama sekali! Perhitungan itupun tanpa memperhatikan hambatan-hambatan yang terjadi bila tungku pembakaran rusak, factor pelapukan tungku karena panas, factor kondisi perang, factor transportasi, factor bahan bakar, factor musim – cuaca dan lain-lain. Pergunakanlah nalar, maka semua ini akan terlihat seperti omong kosong belaka. Angka 6 juta ini benar-benar isapan jempol anak bayi…

Perlu kita ingat bahwa saat peristiwa Holocaust ini berlangsung, Jerman sedang berperang gila-gilaan dengan Soviet di front timur dan pasukan sekutu di Front barat. Hampir semua sumber daya bangsa Jerman dikerahkan untuk berperang melawan Soviet & Sekutu, dari segala macam alat transport hingga bahan bakar (baik batu bara ataupun minyak). Tidaklah masuk akal bila Jerman mengerahkan semua sumber dayanya untuk berperang melawat Soviet – sekutu, dan Holocaust itu sendiri masih berlangsung! Dengan apa mereka mengangkut jutaan Yahudi itu ke kamp-kamp konsentrasi? Kalaupun ada alat transport, lalu dengan apa kendaraan-kendaraan itu berjalan? Karena di tanah soviet sendiri, tank-tank jerman banyak yang mogok karena kurang bensin. Dan di Front barat, banyak meriam penangkis udara yang macet karena kurang minyak pelumas. Singkatnya mulai dari tahun 1944 Jerman sudah mulai kekurangan sumber daya alam untuk melanjutkan perang, apalagi sekedar menjaga agar api tungku pembakaran manusia supaya hidup terus, masuk nalar tidak?

Dan bukti terakhir yang menurut saya tidak boleh diabaikan begitu saja dan yang paling penting: Tidak satupun dokumen kaum NAZI yang berisi tentang perintah-perintah khusus terhadap pembantaian kaum Yahudi. Padahal mestinya, bila ada tindakan Holocaust, sekecil apapun Holocaust itu pastinya merupakan tindakan yang terorganisir rapi, apalagi Holocaust NAZI ini kan sangat digembar-gemborkan sangat rapi, terencana dan sistematis (adanya pasukan khusus dan kamp-kamp konsentrasi). Tak mungkin bila operasi Holocaust canggih semacam ini tidak mempunyai dokumen atau perintah resmi dedengkot-dedengkot NAZI. Secanggih apa sih badan Intelejen NAZI hingga bisa memusnahkan dan merahasiakan semua tentang peristiwa Holocaust ini? Sehingga semua cerita mengenai proses Holocaust ini hanya berdasarkan kesaksian Yahudi dan kesaksian prajurit Amerika?. Bahkan badan Intelejen tercanggih masa kini seperti CIA atau Scotland Yard saja masih sering bocor, padahal hanya menyangkut rahasia-rahasia dalam negerinya sendiri.

literatur-literatur mengenai Holocaust pun semuanya didominasi oleh penulis-penulis Yahudi, tak ada satupun sumber yang berasal dari bangsa lain, seperti Russia atau Jerman sendiri. Buku-buku yang beredar kebanyakan merupakan buku-buku mengenai penceritaan oleh saksi mata/korban, bukan buku hasil dari riset ilmiah lapangan. Jikapun di Indonesia terdapat buku-buku yang menceritakan Holocaust, maka bisa dipastikan sumber literature berasal dari penulis Eropa (Yahudi), seperti Bambang atau Ojong, karena belum pernah ada penulis Indonesia yang pergi ke Jerman sana dan melakukan penyelidikan sendiri, bahkan mereka sendiri mungkin belum pernah menginjakkan kaki di kamp-kamp konsentrasi itu. Belum pernah ada satupun ilmuwan yang nyata-nyata menulis tentang kepalsuan Holocaust yang diakui oleh Internasional. Karena, Di Eropa pada khususnya, segala macam hal yang mempertentangkan kaum Yahudi dianggap sebagai tindakan Anti-semetis yang rasial, dan di Eropa sana, tulisan saya ini pun bisa dikatakan melanggar hukum dan ada sanksi pidananya..

Akhir kata, saya menganggap bahwa holocaust ini adalah suatu omong kosong belaka. Terlalu banyak kebohongan dalam peristiwa ini. Jika suatu sejarah sudah banyak diisi dengan kebohongan, maka keabsahan sejarah itu sendiri menjadi pudar, bahkan bisa dibilang palsu. Saya mengatakan ini karena saya berpikir sesuai dengan prinsip disiplin ilmu pengetahuan: ilmu pengetahuan dapat dikatakan “ilmu pengetahuan” itu sendiri bila terbukti benar (banyak bukti pendukung), bukannya terbukti banyak kebohongannya.

Seperti yang telah saya tulis di post saya yang lalu mengenai ketidakmungkinan terjadinya Holocaust, kali ini saya akan menjelaskan lebih lanjut tentang “kemustahilan” Holocaust.

Salah satu komponen dan unsur utama yang tak dapat dilupakan dalam cerita Holocaust adalah Kamp Konsentrasi. Menurut cerita orang-orang Yahudi (yang mengaku korban Holocaust) kamp-kamp konsentrasi itu penuh dengan ruang-ruang gas (ruang yang dipakai untuk membunuh Yahudi secara sistematis) dengan fasilitas super modern. Disana juga terdapat beberapa ruang krematorium untuk membakar mayat-mayat orang (Yahudi).

Namun terdapat keanehan dibalik kesaksian itu. Memang disana ada banyak ruang-ruang yang seakan-akan terlihat seperti ruang gas (gas chamber) namun ruang-ruang itu lebih mirip sebuah kamar mandi umum ketimbang ruang gas. Di ruang itu tidak ada bekas-bekas saluran gas, melainkan hanya saluran pipa air yang karatan. Hingga hari ini pun bila kita berkunjung ke Kamp Konsentrasi dan memasuki “ruang gas”, kita hanya akan disuguhi pemandangan “hambar”, yaitu hanya sebuah ruangan luas yang kosong (saya bilang lebih mirip kamar mandi) tanpa ada suatu hal pun yang aneh (lampu, gantungan handuk/baju, kran air, pipa ledeng karatan, dll). Bahkan si pemandu wisata pun tidak dapat menunjukkan instalasi-instalasi yang berhubungan dengan saluran/penyimpanan gas.

Berikut adalah kutipan yang saya ambil dari koran suara merdeka, selasa 1 Agustus 2006:

“Cendekiawan Perancis Robert Garaudy pernah dipenjara dan dijatuhi denda 40.000 dolar oleh pengadilan Paris berdasarkan pasal tersebut. Roger Garaudy diadili berdasarkan undang-undang Gayssot-Fabius Law yang melindungi orang-orang Yahudi. Berdasarkan undang-undang ini, setiap tindakan yang mengecilkan kekejian tentara Nazi Jerman terhadap kaum Yahudi, dikatagorikan sebagai kekejian anti kemanusiaan.

Roger Garaudy dalam bukunya The Founding Myths of Israeli Politics menuliskan fakta, bahwa segala kisah tentang pembunuhan kaum Yahudi oleh Nazi dalam jumlah besar, yaitu enam juta orang, adalah isapan jempol belaka dan bahkan Zionis dan Nazi bekerja sama untuk menciptakan kisah tragedi bangsa Yahudi untuk menarik simpati dunia agar menyetujui dibentuknya negara Israel.

Fakta dari para pakar kimia menunjukkan bahwa tempat-tempat yang digembar-gemborkan kepada masyarakat sebagai tungku pembakaran manusia, dengan menggunakan gas di era Hitler ternyata sama sekali tidak dapat digunakan sebagai tungku pemanggangan manusia. Karena berbagai percobaan dan ujian yang telah dilakukan terhadap contoh-contoh yang telah diambil tidak menunjukkan kebenaran hal tersebut. Kamp yang disebut-sebut sebagai tempat penyiksaan juga diragukan kebenarannya mengingat tingginya angka kelahiran dan sedikitnya angka kematian di kamp tersebut.

“Dalam buku saya, dengan berlandaskan pada tulisan-tulisan sejumlah besar cendekiawan dunia, termasuk penulis Rusia dan bahkan Yahudi, saya berhasil membuktikan bahwa jumlah orang Yahudi yang terbunuh dalam Perang Dunia II oleh tentara Nazi, kira-kira satu setengah hingga dua juta orang. Sedangkan pernyataan bahwa enam juta yang terbunuh, adalah tidak lebih dari membesar-besarkan saja, malahan boleh disebut sebagai tindakan apartheid atau rasialis.” tegas Geraudy.

Tokoh Perancis lain yang pernah dihukum atas penyangkalan Holocaust ini adalah Jean Marie Le Pen, Ketua Partai Nasionalis Perancis. Hal yang serupa juga berlaku di negara-negara Eropa lainnya seperti Wina Austria, dan Munich, Jerman.

Dengan berbagai upaya yang luas di berbagai negara, zionis berusaha untuk menghalangi dan mencegah terungkapnya kenyataan yang sesungguhnya mengenai pembantaian enam juta orang Yahudi di kamar-kamar gas Nazi. Tindakan keras yang ditunjukkan oleh zionis itu menunjukkan ketakutan mereka atas terungkapnya hasil-hasil penelitian ilmiah mengenai tragedi pembantaian orang-orang Yahudi dalam PD II. ”

Dapat diketahui dari kutipan di atas bahwa, penelitian yang mendalam justru menunjukkan bahwa Holocaust tidak pernah terjadi atau kita ambil dari kata-kata presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad: “HOLOCAUST WAS A MYTH“.

Mayoritas orang Indonesia percaya bahwa Holocaust memang benar-benar terjadi. Hal ini karena mulai dari hiburan (film, buku bacaan, gambar) hingga bahan-bahan pelajaran kita selalu dijejali dengan mitos-mitos seputar pembantaian Yahudi oleh kaum NAZI. Sehingga kini kita menganggap bahwa kaum Yahudi memang kaum yang tertindas dan selalu hidup dalam bayang-bayang teror. Sudah ada berapa puluh film yang kita tonton yang menggambarkan kebengisan pasukan NAZI? Namun, adakah satu film saja yang menggambarkan kekejian pasukan Israel?

Adolf Hitler…. siapa orang di bumi yang tidak tahu nama itu. Sosoknya yang digambarkan sebagai seorang megalomaniak kejam pada saat perang dunia II. Bagi mayoritas penduduk dunia (terutama bangsa barat), Hitler adalah seorang yang bergelar “diktator terkejam”, sehingga tabu untuk memuji apalagi menjunjungnya.

Tapi tak dapat dipungkiri, banyak pula hal-hal yang extraordinary dari seorang Hitler. Tidak semua hal yang berasal dari Hitler adalah hal-hal yang buruk atau jahat, tidak ada manusia di bumi ini yang sepenuhnya tidak baik. Dibalik segala macam keburukan yang ditujukan kepadanya, ternyata Hitler juga mempunyai sisi baik yang hanya sebagian kecil orang orang yang mengetahuinya dan mungkin sebagian kecil lain “menolak” untuk mengetahuinya.

Hitler lahir di Braunau 20 April 1889, pukul setengah tujuh malam. Sebenarnya ada banyak kontroversi apakah dia keturunan Yahudi atau bukan, karena kakeknya (yang tidak diketahui secara pasti 100%) adalah seorang Yahudi.

Sifat-sifat Hitler disaat dewasa sudah nampak saat masih kanak-kanak. Saat masih anak-anak, Hitler sangat suka bermain perang-perangan dan dia sendiri yang menjadi komandannya. Hitler kecil sudah mempunyai bakat untuk memimpin teman-temannya, yang hal ini akan sangat terlihat pada masa kekaisarannya kelak. Kehidupan sekolah Hitler tidak begitu baik, bahkan dapat dibilang buruk. Semua nilai-nilainya buruk, hanya pelajaran ilmu seni menggambarlah dia dapat nilai yang cukup baik. Di sekolah pun dia hanya mempunyai sedikit teman, dan dia samasekali tidak memperhatikan lawan jenisnya.

Ketika Hitler mulai beranjak dewasa, muali terlihatlah bakat Hitler yang paling utama. Sorot matanya yang tajam dan menghipnotis mulai terasa oleh orang-orang sekitarnya. Mulai telihat kebenciannya yang mendalam terhadap kaum Yahudi.

Dan saat Hitler mulai menjajaki panggung politik, gabungan antara sorot mata yang tajam dan kemampuan beragitasi yang superb menghasilkan perpaduan yang sangat luar biasa. Segala ceramah-ceramah dan pidato politiknya selalu disambut antusias oleh para pendengarnya, sehingga dalam waktu sangat singkat dia sudah dapat mengalahkan para politikus yang jauh lebih senior dibandingkan dia. Sehingga hingga kinipun gelar “Seorang Orator terhebat sepanjang masa” masih melekat padanya.

Pada tahap menjadi seorang diktator pun dia menunjukkan kemampuan berpikir kedepan yang luar biasa. Waktu itu, seorang penguasa tidak mempunyai pikiran atau ide untuk membentuk suatu unit pelindung khusus untuk kepentingan politiknya. Sedangkan Hitler sebelum berkuasa menjadi diktator sudah menciptakan suatu kesatuan pelindung khusus yang bernama SturmAbteileung. Walaupun ini terlihat seakan-akan buruk bagi awam, tapi dilihat dari sudut pandang politik-kekuasaan hal ini adalah suatu “advance” atau kemajuan berpikir.

Saat menjadi Diktator pun (disini hanya akan dibicarakan menganai positive side seorang Hitler) Hitler tetap menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dapat anda bayangkan, Jerman sebelum Hitler berkuasa mengalami inflasi yang luar biasa parah. Harga 1 kilogram daging sapi adalah (diandaikan dengan rupiah) adalah seharga 4 milyar rupiah!! Namun dalam kurun waktu kurang dari satu dasawarsa, Hitler mampu mengubah semua itu. Dalam waktu 9 tahun, Jerman dari negara yang hampir runtuh, berubah drastis menjadi salah satu negara industri terkuat di Dunia.

Kemajuan teknologi bangsa Jerman dibawah kekuasaan pun sangat mengagumkan. Dari mesin mobil modern (Autos), jalan tol bebas hambatan (Autobahn), Mesin roket, Mesin Jet, Stealth Plane, kapal selam (Untersee Boot), Infra red device, Revolusi peperangan dan lain lain, semua itu ditemukan di bawah rezim Hitler.

Hitler sendiri tidak merokok, tidak main perempuan, tidak suka berjudi, minum minuman keras dan seorang vegetarian. Hitler adalah seorang pecinta hewan, terutama anjing (dia mempunyai dua ekor anjing). Hitler seorang yang menyukai ide-ide baru dan tidak ortodok. Dia pun seorang jenius militer yang cukup brilian, walaupun terlalu otoriter.

Banyak kesaksian dari staff-staff dan pembantu pembantu pribadinya yang mengatakan Hitler adalah sosok pemimpin kharismatik yang luar biasa, seorang pemimpin yang jenius. Namun kesemuanya itu, hal-hal yang baik tentangnya seakan-akan sedang berusaha untuk dihapus dari catatan sejarah oleh sekelompok orang tertentu. Bagaimanapun buruknya seseorang, pastinya dia punya segi positifnya juga.

Horor, Sejarah & Faham Zionis

September 17, 2006

 

Tak dapat disangkal lagi bahwa sekarang ini bahwa bangsa Yahudi lah yang mendominasi hampir seluruh sudut-sudut kehidupan manusia. Dari bidang politik, ekonomi, militer, teknologi, sandang-pangan-papan dan lain-lain, hampir semuanya didominasi Yahudi.

Sebenarnya sejak dari kapankah “dominasi” yahudi di dunia ini bermula?

Sejak dari zaman pertengahan, kaum Yahudi (terutama di Eropa) sudah mengalami penindasan. Penindasan ini terus berlangsung hingga abad ke 20. Titik puncaknya adalah cerita mengenai Holocaust (yang tidak pernah terbukti kebenarannya) yang dilakukan oleh Adolf Hitler dan pasukan SS-Totenkopf (death’s head) NAZInya.

Cerita Holocaust ini sendiri sangat fantastis! Diceritakan bahwa sebanyak 6 juta (ada literatur lain yang mengatakan hingga 11 juta!) Yahudi dibantai di beberapa Kamp Konsentrasi NAZI. Bahkan banyak cerita-cerita horor superseram lainnya yang dibuat demi “memaksakan” kebenaran Holocaust. Diceritakan bahwa kehidupan orang Yahudi pada masa rezim NAZI sangatlah menyedihkan. Di gambarkan Yahudi adalah sosok “tak berdosa” yang menjadi kekejaman NAZI, suatu partai yang yang disamakan dengan “utusan iblis”.

Barulah setelah perang Dunia II berakhir, keluarlah sifat asli Yahudi (terutama yang dipelopori oleh gerakan Neo-Radikal: Zionisme) yang tamak dan tak berperikemanusiaan. Pada tahun 1946, pasukan aliansi AS, Prancis & Inggris bersama-sama menduduki tanah Palestina.

Sebelumnya perlu ditekankan bahwa antara Zionisme dengan Yahudi Sangat berbeda. Gerakan ZIonisme pertama kali didirikan oleh Theodore Herzl, seorang wartawan Austria. Zonisme adalah suatu paham radikal yang menggunakan “fasilitas” Yahudi (seperti pembom Bali yang mengatasnamakan Islam). Zionisme lebih dari sekedar isu agama, namun lebih condong ke arah rasa Nasionalistik-chauvinisme. Zionisme tidak mempunyai cita-cita agama, namun lebih ke arah cita-cita membangun negara yang bersifat fanatik (tentu dengan memakai dasar “tanah yang dijanjikan” ajaran Yahudi).

Zionis percaya bahwa ras Yahudi adalah Ras yang paling mulia daripada ras lain (terlihat disini ke”sinkron”an antara faham NAZIisme dan Zionisme), ras yang paling mulia di sisi Tuhan, sedangkan ras-ras lain berada di bawahnya. Yang paling bawah, yaitu ras paling hina dina dan layak untuk ditindas (menurut Zionis) adalah ras Arab. Mereka percaya bahwa Yahudi adalah sang pemimpin dunia, sang penguasa. Mereka juga percaya jika mereka dapat menguasai seluruh “tanah yang dijanjikan” (palestina) maka segera mereka akan menguasai seluruh dunia.

Setelah berhasil menguasai sebagian wilayah palestina, mulailah eksodus besar-besaran orang orang Yahudi dari Eropa dan beberapa benua lain. Mereka mulai mengusir penduduk asli untuk membangun pemukiman khusus orang Yahudi. Dengan sokongan, baik finansial ataupun logistik (senjata) dari negara-negara barat, mulailah penindasan massal terhadap masyarakat Palestina ini.

Ironisnya, dunia hanya dapat menutup mata terhadap kekejaman ini, seakan-akan tidak terjadi sesuatu. Yang paling mencolok adalah dari pihak AS dan Inggris. Dengan nyata-nyata mereka (AS) selalu dengan setianya memberikan bantuan kiriman senjata ke Israel. AS pun selalu membela hampir setiap tindakan Israel, yang bahkan anak kecilpun tahu itu salah.

Memang, Zionisme telah menyebar ke seluruh dunia dengan cepatnya seperti virus. Di setiap negara di planet bumi ini pasti telah ter”infeksi” oleh virus kaum Zionis. Ambisi Fanatik kaum Zionis untuk menguasai dunia sepertinya telah dijalankan dengan sangat baik. Tidak percuma Theodore Herzl mengadakan Konfrensi Zionis di kota Basl dan London untuk menyebarkan pandangan-pandangan terciptanya “Negara Yahudi” yang menguasai seluruh dunia…

Israel-Zionism

NAZI Adolf Hitler…Siapa yang tak kenal sosok manusia yang satu ini? Cerita akan kekejamannya dengan pasukan NAZInya sudah terkenal seantero bumi. Namun sayangnya, banyak dari cerita dan sejarah tentang Hitler ini yang dimodifikasi demi kepentingan politik saat ini.

Adolf Hitler telah dituduh melakukan suatu tindakan genosida (pembersihan etnis/etnic cleansing) terhadap etnis Yahudi. Untuk lebih mendramatisir tindakan ini, peradaban barat memberi nama khusus, yaitu tindakan HOLOCAUST. Dikatakan bahwa Holocaust telah menelan korban sebanyak kurang lebih 6 juta orang Yahudi.

Sebenarnya ada banyak hal yang meragukan dan membingungkan dari cerita dongeng Holocaust ini. Semua sanggahan mengenai ketidak absahan cerita Holocaust sebenarnya jauh lebih masuk akal dari cerita Holocaust itu sendiri. Jika saja dunia mau menerima kenyataan berdasarkan bukti-bukti yang ada dan eksis, seharusnya cerita Holocaust ini masuk ke keranjang sampah ilmu sejarah.

Menurut cerita (terutama pendukung cerita Holocaust: YAHUDI), Holocaust telah menelan korban jiwa sebanyak 6 juta orang Yahudi. Padahal menurut catatan kependudukan tiap-tiap negara Eropa waktu itu, akumulasi jumlah orang-orang Yahudi di penjuru Eropa tidak sampai 3 juta orang! Lalu darimana angka 6 juta ini didapat? Kejanggalan berikutnya pun muncul. Selama lebih dari setengah abad ini, tidak ada satupun dokumen yang ditemukan dari pihak kaum NAZI (Jerman) yang menyebut mengenai pembantain massal etnis Yahudi. Seakan-akan semua catatan, notebook, memo atau dokumen resmi pemerintahan NAZI hilang ditelan bumi.

Belum selesai sampai sini, kejanggalan berikutnyapun muncul. Tahun terjadinya Holocaust adalah tahun 1941-1945, setengah abad yang lalu. Waktu itu teknologi sangat lah terbatas bila dibandingkan saat ini. Yang menjadi pertanyaan: cukupkah waktu 5 tahun itu untuk mengumpulkan 6 juta orang Yahudi dari seluruh daratan Eropa? mengingat alat transportasi saat itu sangatlah terbatas ditambah keadaan perang yang chaos. Apakah NAZI mempunyai teknologi sedemikian canggih sehingga mampu mengumpulkan 6 juta Yahudi dari seluruh Eropa untuk kemudian dibantai di Kamp Konsentrasi yang berada di sekitar Jerman? Ditambah saat itu Jerman sedang berperang dengan 3 negara super: Amerika, Inggris dan Soviet. Apakah masih ada “waktu” dan kesempatan untuk mencari-cari dan mengangkut jutaan manusia dari Jutaan Hektar tanah Eropa?

Masih banyak bukti-bukti lain yang “menganggu” cerita Holocaust ini. Namun anehnya, walaupun sudah setengah abad berlalu, cerita Holocaust masih dianggap suatu “Kebenaran mutlak” yang tabu untuk ditolak atau disanggah kebenarannya.

Lalu kita andaikan jika memang Holocaust ini memang terjadi, jika Holocaust memang telah membunuh 6 juta manusia. Lalu apa arti jumlah ini bila dibanding jumlah penduduk yang dibantai oleh Mao Tse Tung? Apa arti jumlah 6 juta bila dibandingkan orang yang dibantai oleh Joseph Stalin? Mengapa cerita mengenai Hitler, NAZI dan Holocaustnya dianggap suatu Tabu? Apakah dibalik semua ini ada suatu permainan politik atau memang murni kenyataan?