Adolf Hitler: Keluarbiasaan dibalik Keburukan

September 19, 2006

Adolf Hitler…. siapa orang di bumi yang tidak tahu nama itu. Sosoknya yang digambarkan sebagai seorang megalomaniak kejam pada saat perang dunia II. Bagi mayoritas penduduk dunia (terutama bangsa barat), Hitler adalah seorang yang bergelar “diktator terkejam”, sehingga tabu untuk memuji apalagi menjunjungnya.

Tapi tak dapat dipungkiri, banyak pula hal-hal yang extraordinary dari seorang Hitler. Tidak semua hal yang berasal dari Hitler adalah hal-hal yang buruk atau jahat, tidak ada manusia di bumi ini yang sepenuhnya tidak baik. Dibalik segala macam keburukan yang ditujukan kepadanya, ternyata Hitler juga mempunyai sisi baik yang hanya sebagian kecil orang orang yang mengetahuinya dan mungkin sebagian kecil lain “menolak” untuk mengetahuinya.

Hitler lahir di Braunau 20 April 1889, pukul setengah tujuh malam. Sebenarnya ada banyak kontroversi apakah dia keturunan Yahudi atau bukan, karena kakeknya (yang tidak diketahui secara pasti 100%) adalah seorang Yahudi.

Sifat-sifat Hitler disaat dewasa sudah nampak saat masih kanak-kanak. Saat masih anak-anak, Hitler sangat suka bermain perang-perangan dan dia sendiri yang menjadi komandannya. Hitler kecil sudah mempunyai bakat untuk memimpin teman-temannya, yang hal ini akan sangat terlihat pada masa kekaisarannya kelak. Kehidupan sekolah Hitler tidak begitu baik, bahkan dapat dibilang buruk. Semua nilai-nilainya buruk, hanya pelajaran ilmu seni menggambarlah dia dapat nilai yang cukup baik. Di sekolah pun dia hanya mempunyai sedikit teman, dan dia samasekali tidak memperhatikan lawan jenisnya.

Ketika Hitler mulai beranjak dewasa, muali terlihatlah bakat Hitler yang paling utama. Sorot matanya yang tajam dan menghipnotis mulai terasa oleh orang-orang sekitarnya. Mulai telihat kebenciannya yang mendalam terhadap kaum Yahudi.

Dan saat Hitler mulai menjajaki panggung politik, gabungan antara sorot mata yang tajam dan kemampuan beragitasi yang superb menghasilkan perpaduan yang sangat luar biasa. Segala ceramah-ceramah dan pidato politiknya selalu disambut antusias oleh para pendengarnya, sehingga dalam waktu sangat singkat dia sudah dapat mengalahkan para politikus yang jauh lebih senior dibandingkan dia. Sehingga hingga kinipun gelar “Seorang Orator terhebat sepanjang masa” masih melekat padanya.

Pada tahap menjadi seorang diktator pun dia menunjukkan kemampuan berpikir kedepan yang luar biasa. Waktu itu, seorang penguasa tidak mempunyai pikiran atau ide untuk membentuk suatu unit pelindung khusus untuk kepentingan politiknya. Sedangkan Hitler sebelum berkuasa menjadi diktator sudah menciptakan suatu kesatuan pelindung khusus yang bernama SturmAbteileung. Walaupun ini terlihat seakan-akan buruk bagi awam, tapi dilihat dari sudut pandang politik-kekuasaan hal ini adalah suatu “advance” atau kemajuan berpikir.

Saat menjadi Diktator pun (disini hanya akan dibicarakan menganai positive side seorang Hitler) Hitler tetap menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dapat anda bayangkan, Jerman sebelum Hitler berkuasa mengalami inflasi yang luar biasa parah. Harga 1 kilogram daging sapi adalah (diandaikan dengan rupiah) adalah seharga 4 milyar rupiah!! Namun dalam kurun waktu kurang dari satu dasawarsa, Hitler mampu mengubah semua itu. Dalam waktu 9 tahun, Jerman dari negara yang hampir runtuh, berubah drastis menjadi salah satu negara industri terkuat di Dunia.

Kemajuan teknologi bangsa Jerman dibawah kekuasaan pun sangat mengagumkan. Dari mesin mobil modern (Autos), jalan tol bebas hambatan (Autobahn), Mesin roket, Mesin Jet, Stealth Plane, kapal selam (Untersee Boot), Infra red device, Revolusi peperangan dan lain lain, semua itu ditemukan di bawah rezim Hitler.

Hitler sendiri tidak merokok, tidak main perempuan, tidak suka berjudi, minum minuman keras dan seorang vegetarian. Hitler adalah seorang pecinta hewan, terutama anjing (dia mempunyai dua ekor anjing). Hitler seorang yang menyukai ide-ide baru dan tidak ortodok. Dia pun seorang jenius militer yang cukup brilian, walaupun terlalu otoriter.

Banyak kesaksian dari staff-staff dan pembantu pembantu pribadinya yang mengatakan Hitler adalah sosok pemimpin kharismatik yang luar biasa, seorang pemimpin yang jenius. Namun kesemuanya itu, hal-hal yang baik tentangnya seakan-akan sedang berusaha untuk dihapus dari catatan sejarah oleh sekelompok orang tertentu. Bagaimanapun buruknya seseorang, pastinya dia punya segi positifnya juga.

12 Responses to “Adolf Hitler: Keluarbiasaan dibalik Keburukan”

  1. wadehel Berkata

    Penghapusan sejarah demi kepentingan politik memang mengerikan, seseorang yang mungkin sebenarnya baik, bisa direkayasa jadi tampak lebih jahat dari freddy di elm street. Dan jelas bukan cuma hitler yang jadi korban rekayasa sejarah,

    Korban rekayasa sejarah bukan hanya individu, di Indonesia konon juga terjadi hal yang mirip. Sejarah dihapus dan direkayasa, jadi leluhur kita yang mungkin sebenarnya sudah beradab dan berbudaya, direkayasa jadi tampak seperti pemuja berhala biadab yang tidak berbudaya. Disini korbannya satu bangsa.

  2. Hielmy Berkata

    yes….banyakin lagi donx tulisan tentang sejarah jerman-nya.
    tapi kalau bisa dari perspektif yang berbeda. :P
    ditunggu posting2 berikutnya.

  3. kakilangit Berkata

    habis ini Osama jadi penggantinya Hitler :D


  4. [...] susah-susah supaya bisa jadi orang pintar. Persahabatan disini, mudah saja. Tidak perlu sampai jadi Hitler yang mempunyai kelebihan dengan sorot matanya yang tajam, tentunya, tapi Anda hanya perlu santai sedikit dan memiliki beberapa social skill supaya bisa [...]


  5. [...] susah-susah supaya bisa jadi orang pintar. Persahabatan disini, mudah saja. Tidak perlu sampai jadi Hitler yang mempunyai kelebihan dengan sorot matanya yang tajam, tentunya, tapi Anda hanya perlu santai sedikit dan memiliki beberapa social skill supaya bisa [...]


  6. [...] susah-susah supaya bisa jadi orang pintar. Persahabatan disini, mudah saja. Tidak perlu sampai jadi Hitler yang mempunyai kelebihan dengan sorot matanya yang tajam, tentunya, tapi Anda hanya perlu santai sedikit dan memiliki beberapa social skill supaya bisa [...]


  7. [...] susah-susah supaya bisa jadi orang pintar. Persahabatan disini, mudah saja. Tidak perlu sampai jadi Hitler yang mempunyai kelebihan dengan sorot matanya yang tajam, tentunya, tapi Anda hanya perlu santai sedikit dan memiliki beberapa social skill supaya bisa [...]

  8. buejo Berkata

    MEMANG DIBALIK KEBURUKAN SESEORANG PASTI MASIH BNYAK SEGI POSITIF YANG MASIH BISA KITA AMBIL.KITA SEBAGAI GENERASI MUDA HARUS DAPAT SELALU MNGAMBIL ILMUNYA,,N YANG POSITIF J DONG….


  9. [...] susah-susah supaya bisa jadi orang pintar. Persahabatan disini, mudah saja. Tidak perlu sampai jadi Hitler yang mempunyai kelebihan dengan sorot matanya yang tajam, tentunya, tapi Anda hanya perlu santai sedikit dan memiliki beberapa social skill supaya bisa [...]


  10. [...] supaya bisa jadi orang pintar. Persahabatan disini, mudah saja. Tidak perlu sampai jadi Hitler yang mempunyai kelebihan dengan sorot matanya yang tajam, tentunya, tapi Anda hanya perlu santai sedikit dan memiliki beberapa social skill supaya bisa [...]


  11. [...] supaya bisa jadi orang pintar. Persahabatan disini, mudah saja. Tidak perlu sampai jadi Hitler yang mempunyai kelebihan dengan sorot matanya yang tajam, tentunya, tapi Anda hanya perlu santai sedikit dan memiliki beberapa social skill supaya bisa [...]


  12. [...] supaya bisa jadi orang pintar. Persahabatan disini, mudah saja. Tidak perlu sampai jadi Hitler yang mempunyai kelebihan dengan sorot matanya yang tajam, tentunya, tapi Anda hanya perlu santai sedikit dan memiliki beberapa social skill supaya bisa [...]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s